Cara Ternak Merpati Balap dan Perawatannya

Cara Ternak Merpati – sudah tak asing lagi dilakukan oleh para pecinta burung khususnya burung merpati. Burung dara atau merpati yang sudah umum diternakkan antara lain adalah merpati pedaging, merpati pos dan juga dara balap. Mengapa disebut sebagai marpati balap, sebab burung merpati jenis ini memang dipersiapkan khusus untuk dapat mengikuti berbagai ajang lomba balap burung dara atau merpati.

Pada dasarnya dara balap dan kontes burung kicau tidaklah jauh berbeda, sebab segmentasi pasar hanya mengena kepada mereka yang hobi dan menyukai kegiatan ini. Namun seiring dengan mulai dikenal dan banyaknya hobi yang mengikuti kegiatan ini, maka keberadaan merpati balap saat ini sudah bukan menjadi hal yan aneh lagi. Bagi merpati balap yang juara dalam setiap perlombaan tentu akan memiliki nilai jual yang lebih.

Namun, budidaya dara atau budidaya merpati balap sendiri bukanlah sesuatu yang mudah, sebab kita harus tlaten dan jeli memperhatikan burung indukan merpati balap.

Cara Ternak Merpati Balap

1. Pemilihan Indukan

Dalam budidaya burung dara balap, pemilihan indukan menjadi hal yang amat penting dan utama yang harus dilakukan.

Sebab indukan sendiri merupakan penentu utama untuk mendapatkan keturunan yang berkualitas baik.

Kriteria dalam memilih indukan baik jantan ataupun betina:

  • Kedua indukan harus dalam kondisi sehat
  • Warna bulu yang bagus
  • Sayap yang tidak turun serta memberikan reaksi cepat saat ditangkap.
  • Pilhlah merpati balap dengan usia yang produktif biasanya berkisar antara 1-1,5 tahun.
  • Tidak terdapat bagian yang cacat dibagian tubuhnya.
  • Pilihlah pejantan dan betina yang berkualitas super dan siap kwin, biasanya keduanya akan menunjukkan ciri fisik salah satunya adaalh memiliki bentuk paruh yang besar, serta juga menunjukkan reaksi yang gresif dan berkutut saat didekatkan.

BACA JUGA: Cara Beternak Burung Perkutut

2. Pembuatan Kandang Ternak Merpati

Dalam ternak merpati akan lebih efektif didalam kandang agar tentunya pemeliharaan lebih intensif, baru saat telah tiba wktunya maka dapat dilepas dandilaatih diluar kandang.

Berapa ukuran kandang merpati ternak ideal?

Dibawah ini panduan dalam membuat kandang ternak merpati:

  • Kandangn dibuat dengan ukuran 1x 2 meter.
    dimana setengah meter merupakan jarak dari tanh kebagian lantai kandang, sedangkan setengah meter keatas merupakan bagian kandang sendiri.
  • Kandang dibuatn menjadi 4 sekat, sehingga satu sekat ukurannya 50×50 cm.
  • Material kandang dapat dibuat dari bahan teriplek atau juga bambu, pada bagian ats diberikan kawat ram untuk memudahkan pengamatan, sedangkan pada bagian dekat lantai dibuatkan pintu untuk digunakan memasukkan makanan dan minuman.
  • Tambahkan alas pada bagian lantai kandang untuk menampung kotoran, sehingga akan memudahkan proses pembersihan kandang.
  • Jangan lupa juga menambahkan tenggeran dan juga tempat makan serta minum, serta juga sarang yang harus dibuat saat betina menunjukkan gejala akan bertelur.

3. Penjodohan Merpati

Perjodohan dilakukan dengan cukup mudah yakni mendekatkan kedua indukan dan melihat bagaimana reaksinya satu sama lain.

Jika menunjukkan ketertarikan maka keduanya akan saling bersikap agresif dan juga berkukur atau mengeluarkan suara secara terus menerus.

Maka pada saat inilah keduanya dapat langsung dikawinkan.

4. Mengawinkan Merpati

Biasanya keduanyan akan melakukan perkawinan secara alamiah, waktu yang dibutuhkan cukup singkat antara 3-5 hari.

Setelah proses perkawinn selesai, maka biasanya betina akan bersikap enggan dan menolak sang jantan, hal ini merupakan pertanda bahwa sang betina sedang memeprsiapkan diri untuk proses bertelur.

Kalau seperti itu segera keluarkan indukan jantan dan membuatkan sarang di dalam kandang untuk merpati betina.

5. Menetaskan Telur

Burung dara ternak biasanya dalam penetasan telur berlangsung antara 14-21 hari tergantung indukannnya.

Setelah telur menetas, maka biarkn ia tetap bersama dengan induknya agar anakan tidak mengalami stress, Dikhawatirkan jika langsung dipisahkan akan bisa membuat indukan dan anakan menjadi stres, yang tentu akan berpengaruh pada kualitas keduanya.

6. Perawatan Burung Merpati

Dalam ternak burung dara balap, elemen perawatan dan pemeliharaan menjadi salah satu hal penentu kesuksesan.

Perawatan yang wajib dilakukan antara lain adalah sebagai berikut :

Kebersihan Kandang dan lingkungan burung

Setiap satu minggu sekali atau paling cepat 3 hari sekali kandang harus selalu dibersihkan hal ini merupakan bentuk upaya untuk menghindarkan burung dari serangan penyakit.

Menjaga kebersihan kandang dilakukan dengan cara membersihkan kotoran di dalam kandnag, membuang sisa air minum burung dan menggantinya dengan yang baru setiap hari.

Melakukan penyemprotan menggunakan insektisida untuk mengusir serangga yang berbahaya.

Pemberian Pakan

Manajemen pemberian pakan harus dilakukan dengn cukup selektif, sebab burung dara sendiri termasuk jenis burung yang doyan makan, biasnyan pemberian pakan dilakukan di luar kandang hal ini sekaligus melatih dan juga sebagai upaya agar merpati balap tidak asing dengan lingkungan dan dunia luar.

Jenis pakan yang biasan diberikan biasanya berupa voer khusus burung atu juga biji bijian seperti padi, gandum atau cacahan jagung

Melatih Merpati /Dara Balap

Burung dara balap tentu juga harus dilatih dengan baik untuk melihat kemampuan seberapa baik ia dapat menjadi dara balap unggulan.

Oleh karenanya maka peternak diharuskan memiliki skill atu keahlian untuk melatih burng dara balap.

Sehingga akan dihasilkan burung dara balap dari hasil budidaya sendiri yang kualitasnya tidak diragukan lagi.

Itulah tadi beberapa langkah cara ternak burung merpati balap yang bisa anda jadikan referensi. Terima kasih sudah mengunjungi situs kami, semoga artikel diatas bermanfaat, selamat mencoba dan semoga berhasil. salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *