CARA BUDIDAYA IKAN GURAME RUMAHAN, BEGINI URUTANNYA!

Cara budidaya ikan gurame rumahan – Menu olahan ikan gurame adalah salah satu yang digemari oleh kebanyakan orang. Selain rasanya yang lezat dan dagingnya yang tebal harga ikan gurame juga cukup lumayan tinggi. Itu bisa dijadikan lahan bisnis yang bisa jadi menguntungkan untuk kita. Tak perlu kawatir, karena harga ikan gurame relatif stabil.

Sebelum memulai cara budidaya gurane rumahan, kita harus mengetahui apa makanan ikan gurame?

Sebenarnya, ada banyak variasi pakan ikan gurame yang bisa kamu coba.

Ada Dua Jenis Pakan Ikan Gurame

1. Pakan Ikan Gurame dari Tumbuhan

Beberapa pakan ikan gurame yang terbuat dari tumbuh, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Bekatul (dedak halus dan kasar).
  • Daun pepaya, daun singkong, daun lamtoro.
  • Rumput kering yang difermentasi.
  • Tebok pisang yang dicincang dan daun pisang.
  • Ampas tahu, ampas kedelai, dan ampas kelapa.

2. Pakan Ikan Gurame dari Hewan

Berikut adalah contoh pakan ikan gurame yang terbuat dari hewan:

  • Ikan teri.
  • Bekicot.
  • Limbah ikan atau udang.
  • Cacing tanah.
  • Belalang.

untuk memulai budidaya ikan gurame ikuti langkah langkah dibawah ini:

Cara ternak ikan gurame untuk pemula.

1. Memilih Induk untuk Cara Beternak Ikan Gurame

Langkah pertama dalam cara ternak gurame adalah memilih induk yang siap berbuah. Biasanya, induk yang telah siap berbuah adalah ikan gurame yang berumur tiga sampai tujuh tahun.

Lalu, bagaimana membedakan induk ikan gurame jantan dan betina?

Induk ikan gurame betina memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Tidak memiliki tonjolan di dahi.
  • Warna tubuh lebih terang.
  • Tubuh lebih panjang daripada jantan.
  • Bentuk perut bulat.
  • Sirip dada berwarna gelap dan kehitaman.

Ciri-ciri induk ikan gurame jantan adalah:

  • Perut dekat anus.
  • Warna badan lebih gelap dan agak pucat.
  • Terdapat tonjolan di dahi.
  • Gerakan lebih lincah dibandingkan betina.

Meski terdapat perbedaan, baik induk jantan dan betina yang telah siap berbuah memiliki beberapa persamaan karakteristik, di antaranya adalah:

  • Perut membesar ke arah belakang.
  • Perut lebih lembek.
  • Anus tampak berwarna putih kemerahan.

2. Membuat Sarang Ternak Gurame

Cara budidaya gurame selanjutnya yaitu membuatkan sarang. Sarang ikan gurame ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan telur ikan gurame. Sarang bisa kamu buat dari pakis, rajutan karung, atau sabut kelapa. Buatlah anyaman tali di ujung kolam, lalu letakkan bahan sarang tersebut di atasnya. Hal ini akan memudahkan induk jantan membuat sarangnya sendiri. Siapkan juga rumput kering atau ijuk agar induk betina dapat menutup lubang telur.

3. Cara Mengawinkan Ikan Gurame

Supaya jumlah ikan gurame semakin banyak, tentu kamu harus mengawinkan induk jantan dan induk betinanya.

Nah, berikut adalah cara mengawinkan indukan ikan gurame:

  • Masukkanlah induk gurame ke kolam pemijahan.
  • Pastikan jumlah induk betina lebih banyak dibanding induk jantan dengan rasio 1:3.
  • Dalam waktu sekira 15 hari, induk jantan akan membuat sarang menggunakan bahan yang sudah kamu siapkan.
  • Setelah sarang siap, induk jantan akan membuahi induk betina.
  • Kemudian, induk betina akan menutup lubang sarang menggunakan rumput kering yang telah kamu siapkan sebelumnya.
  • Induk betina akan mengibaskan sirip ke sarang untuk memperlancar aliran oksigen dan membantu proses penetasan telur.
  • Sementara induk betina menjaga sarang, induk jantan akan membuat sarang lainnya untuk membuahi induk betina yang lain.

4. Merawat Telur Ikan Gurame

Sebelum mengambil telur hasil pemijahan, pastikan telur telah matang. Ciri-ciri telur ikan gurame yang matang adalah terdapat minyak di atas sarang pemijahan dan tercium bau amis pada telur.

Kemudian, lakukanlah hal ini pada telur ikan gurame:

  • Ambil sarang yang berisi telur ikan gurame menggunakan ember berisi air.
  • Bersihkan telur sampai bersih.
  • Kemudian, pisahkan telur dengan sarang dan masukkan ke dalam sebuah wadah.
  • Berikan telur tersebut suplemen untuk mencegah hama penyakit.
  • Masukkanlah telur yang telah bersih ke dalam bak penetasan.

Biasanya telur akan menetas dalam waktu tiga hari. Biarkan benih ikan gurame berada di bak penetasan selama 10 hari. Pada hari ke-11, pindahkan benih tersebut ke bak pembenihan.

5. Pembenihan

Salah satu cara budidaya ikan gurame agar cepat besar adalah melakukan pendederan atau pembenihan yang baik. Untuk pembenihan, siapkanlah bak khusus. Ukuran bak tersebut bisa kamu sesuaikan untuk kebutuhan. Sebagai contoh, jika memiliki 2.000 benih ikan, kamu perlu bak berukuran 2,5 meter x 4,5 meter. Pembenihan biasa dilakukan selama 14 hari. Jangan lupa memberi makan benih ikan gurame menggunakan ikan daphnia.

6. Membuat Kolam Budidaya Ikan Gurame

Kamu tidak perlu membuat kolam dari beton karena budidaya ikan gurame di kolam terpal bisa dilakukan secara mudah. Kamu bisa membeli terpal di toko alat pertanian. Alternatif lainnya, kamu bisa menggunakan plastik yang cukup tebal dan transparan. Setelah membeli terpal atau plastik, kamu harus membuat dinding sebagai penopang kolam ikan. Tumpukan batu bata tersebut maksimal berukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1 meter. Setelah membuat dinding dari tumpukan batu bata, letakkanlah terpal atau plastik pada dinding dan dasar kolam. Setelah selesai meletakkan terpal, kolam ikan yang murah meriah pun selesai dibuat. Selanjutnya, tinggal mengisi kolam menggunakan air.

BACA JUGA: CARA BUDIDAYA LOBSTER

7. Teknik Pengisian Air Kolam Budidaya Ikan Gurame

Setelah membuat kolam, isilah kolam ternak gurame dengan air. Perhatikanlah volume air pada kolam, jangan sampai ketinggian air kurang dari 50-75 cm. Setelah kolam terisi, kamu tidak bisa langsung mengisi kolam tersebut dengan benih ikan gurame. Tunggulah selama satu minggu, baru kemudian masukkan bibit ikan gurame berusia dua bulan. Usia dua bulan adalah usia yang cukup untuk ikan gurame bisa bertahan pada cuaca dan suhu kolam terpal.

8. Jumlah Benih untuk Budidaya Ikan Gurame

Jumlah ikan gurame dalam satu kolam, bibit ikan gurame yang dapat kamu pelihara dalam satu kolam adalah sekira 200 ekor. Jangan taruh bibit ikan gurame dalam jumlah terlalu banyak agar saat ikan tetap bergerak leluas saat tumbuh.

9. Memberi Pakan Ikan Gurame

Cara budidaya ikan gurame agar cepat besar adalah dengan memberi pakan yang berkualitas. Selain itu perhatikan juga waktu pemberikan pakan ikan gurame. Waktu paling baik untuk pemberian pakan adalah dua kali sehari, pada pagi dan sore hari.

10. Tambahkan Eceng Gondok di Kolam Budidaya Ikan Gurame

Untuk mencegah sorot sinar matahari secara berlebihan ke kolam, taruhlah beberapa tanaman eceng gondok. Selain itu, agar ikan gurame dapat tumbuh dengan sehat, pastikanlah sirkulasi air pada kolam berjalan baik.

11. Pencegahan Penyakit pada Ikan Gurame

Untuk mempertahankan harga ikan gurame yang tinggi, kamu pun harus menjaga kesehatannya. Berikanlah sanitizer pada kolam ikan gurame setiap dua minggu sekali. Sanitizer tersebut berfungsi membunuh kuman yang tumbuh dalam kolam. Selain itu, kamu juga harus rutin membersihkan kolam budidaya ikan gurame. Buanglah sisa makanan ikan gurame dan daun yang jatuh agar kolam tidak kotor. Jangan sampai kamu tidak jadi untung gara-gara ikan guramenya sakit semua.

12. Panen Ikan Gurame

Memanen ikan gurame pun tidak bisa sembarangan. Setidaknya, saat dipanen, ikan gurame harus memiliki bobot 7 ons. Jika di awal masa pembudidayaan menaruh bibit ikan gurame seberat 2,5 ons, kamu membutuhkan waktu sekira lima bulan hingga masa panen datang.

Jadi, kunci dalam menjalankan bisnis ini adalah kesebaran dan telaten ya.

Terimakasih sudah mengunjungi infoterkini.club semoga artikel yang kami sajikan dapet memberikan manfaat untuk anda. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *