Cara Ternak Jangkrik Yang Benar Untuk Pemula

Cara Ternak Jangkrik – jangkrik merupakan salah satu jenis serangga yang sering dijadikan pakan hewan peliharaan dan ternak sehingga permintannya dipasaran tidak pernah surut. Cara beternak jangkrik pun bisa dibilang cukup mudah baik untuk skala kecil maupun besar dan modalnya juga tidak terlalu besar. Apa lagi bagi pemula yang ingin menjadikan budidaya jangkrik sebagai lahan bisnis utama atau sampingan.

Permintaan yang tak pernah surut terhadap serangga ini lantaran kerap jadi pakan burung, ikan, dan reptil. Beternak jangkrik ternyata bisa mendulang untung hingga jutaan rupiah jika kamu tekun dalam melakukannya.

Namun Sebelum memulai cara beternak jangkrik kita juga harus tahu tentang karakteristik jangkrik.

Karakteristik jangkrik

Dilansir dari berbagai sumber, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan sebelum kita memulai cara budidaya jangkrik.

Karakteristik jangkrik:

  • Hewan herbivora.
  • Di alam bebas memakan daun-daunan muda seperti rerumputan.
  • Dalam lingkungan budidaya, bisa diberi pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti sawi, bayam, selada, mentimun, dan daun pepaya
  • Menyukai tempat yang gelap.

Cara budidaya jangkrik

Berikut ini langkah-langkah budidaya jangkrik:

  1. Menentukan lokasi

Jangkrik sangat menyukai lokasi yang tenang, sunyi, dan teduh.

Selain itu, senang mendapat sirkulasi udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan.

Hindari lokasi yang ramai dan bising seperti pasar dan jalan raya.

Lingkungan yang jauh dari kegiatan manusia sangat digemari oleh jangkrik.

Ruangan tempat ternak jangkrik tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.

baca juga : cara berternak kroto

  1. Menyiapkan kandang atau media

Cara ternak jangkrik yang selanjutnya yaitu menyiapkan kandang. Kandang untuk beternak jangkrik bisa dibuat dari berbagai bahan seperti kardus papan atau triplek.

Desain kandang untuk ternak jangkrik kotak seperti peti, bisa terbuat dari papan atau tripleks dengan tulang dari kayu kaso/kayu reng.

Ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 30 cm hingga 40 cm.

Gunakan lem pada setiap sambungan dan sudut peti agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan.

Ini mengingat ukuran jangkrik yang baru menetas sangat kecil.

Permukaan bagian atas harus bisa dibuka tutup dengan menggunakan engsel.

Pada sisi muka dan belakang diberi lubang ventilasi sekitar 50 cm x 7 cm, posisi lubang sekitar 10 cm dari atas.

Ventilasi ditutup dengan kasa kawat ukuran halus agar jangkrik kecil tidak bisa kabur.

Pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti sekitar 10 cm.

Letakan mangkuk yang diisi air atau cairan lain untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang.

Kondisi kandang harus jauh dari binatang pengganggu.

Kelembapan pun harus terus dikontrol terutama saat musim kemarau.

Untuk menjaga kelembaban bisa dengan penyemprotan atau menutup kandang dengan karung goni basah.

  1. Pembibitan

Bibit jangkrik haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat, dan umurnya sekitar 10-20 hari.

Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas. karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik.

Akan tetapi, bibit juga bisa dibeli dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup.

Adapun, cara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah melihat ekornya.

Jangkrik jantan hanya memiliki dua helai ekor sedangkan betina terlihat memiliki 3 helai ekor.

  1. Mengawinkan jangkrik

Tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan tempat pembesaran anakan.

Kondisi kandang untuk mengawinkan sebaiknya dibuat mirip dengan habitat jangkrik di alam.

Dinding kandang bisa diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, seperti daun jati, daun pisang atau serutan kayu.

Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama.

Bila indukan jantan dan betina berbeda spesies, perkawinan tidak akan terjadi.

Untuk mengawinkan jangkrik masukan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10:2.

Dalam kandang perkawinan, siapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran.

Selama masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus.

Jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur.

Telur biasanya diletakkan dalam pasir atau tanah.

Tips saat masa kawin:

  • Jangkrik harus mendapatkan asupan pakan yang cukup seperti kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya, dan jenis sayuran hijau lainnya.
  • Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai pakan membusuk di dalam kandang.
  • Ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan, misalnya, bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan dan beberapa vitamin.
  1. Perawatan

Budidaya hewan tak lepas dari gangguan, jadi kita harus melakukan perawatan.

Khusus memelihara jangkrik, perawatan yang bisa kita lakukan yaitu:

  • Hindarkan jangkrik dari tikus, kecoak, semut, dan laba-laba.
  • Berikan makanan secara skala, karena jangkrik bisa menjadi kanibal bila ketersediaan makanan yang kurang.
  • Pemberian pakan untuk anakan berumur 1-10 hari adalah pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.
  • Anakan jangkrik bisa dikasih makan sayur-sayuran dan jagung muda jika sudah lewat 10 hari.
  • Jaga kondisi kandang supaya tetap higienis dan bersih agar jangkrik terhindar dari penyakit.
  • Kondisi kandang harus lembap dan gelap.
  • Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai membusuk di dalam kandang.
  • Kandang yang baru dibuat sebaiknya dicuci dahulu, jangan sampai masih berbau vinyl bila terbuat dari tripleks.
  • Periksa air yang ada pada mangkuk atau kaleng pada kaki-kaki kandang jangan sampai mengering.
  1. Proses panen

Telur jangkrik akan menetas setelah 7-10 hari terhitung sejak perkawinan.

Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur pisahkan telur-telur tersebut.

Hal ini untuk menghindari induk memakan telurnya sendiri.

Untuk itu, selalu pantau kandang setiap harinya.

Kamu harus pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan.

Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh.

Setelah 4-6 hari biasanya telur menetas.

Ada dua yang dapat kita panen dari budidaya jangkring ini, yaitu panen telur dan jangkrik itu sendiri.

Waktu  proses panen kita dapat mengambil jangkrik yang sekiranya bisa untuk dijadikan indukan untuk ternak jangkrik selanjutnya. Adapun ciri-ciri jangkrik yang bagus untuk indukan kita nantinya adalah sebagai berikut :

  • Sungut atau antena masih panjang.
  • Seluruh anggota badan masih lengkap.
  • Bisa melompat jauh dan gerakannya gesit.
  • Badan berwarna mengkilap.

Hindari memilih jangkrik yang buruk dengan ciri berikut:

  • Jangan pilih jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya.
  • Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras.
  • Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
  • Induk betina ada ovipositor pada bagian ekornya.
  • Ekornya ada tiga bagian tengah merupakan ovipositor.
  • Ukurannya besar.

Itulah beberapa tips dan cara ternak jangkrik bagi pemula dari proses awal sampai proses panen. Semoga artikel ini membantu bagi yang baru memulai untuk mencoba budidaya jangkrik dirumah. Terima kasih sudah mampir di situs kami, semoga sukses dan berhasil. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *