Cara Beternak Burung Perkutut Hobi Yang Menguntungkan!

Cara beternak burung perkutut lokal menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan untuk saat ini. Sebab, seiring berjalannya waktu peminat burung perkutut semakin kesini semakin banyak.

Perkutut merupakan salah satu jenis burung yang mempunyai suara kicauan yang terbilang indah dan khas. Pada zaman dahulu, cara beternak perkutut dilakukan dengan proses yang tradisional. Akan tetapi, seiring dengan makin banyaknya peminat burung ini,maka perkutut mulai dibudidayakan dengan skala yang besar supaya dapat memenuhi permintaan pasar.

Panduan Cara Beternak Burung Perkutut

  1. Memilih Indukan perkutut

Ciri indukan perkutut yang bagus adalah yang punya suara bagus.

Mulai dari suara depan, suara tengah dan juga suara ujungnya.

Selain itu, irama suaranya dan juga ketukannya agak senggang. Juga punya silsilah keturunan yang bagus, bahkan katuranggannya juga bagus.

Dalam memilih indukan yang bagus, maka burung perkutut  yang akan dijodohkan harus yang usianya kira-kira sudah 6 sampai 7 bulan.

Namun akan lebih baik bila indukan Perkutut yang nantinya dijodohkan itu usianya baru 4 bulan. Ini bertujuan agar lebih mudah dan lebih cepat berjodoh.

Perbedaan perkutut jantan dan betina

Perkutut jantan

  • Bentuk kepala tipis
  • Mempunyai ekor yang panjang
  • Warna bulu kepala terang
  • Paruh panjang, melengkung dan tebal
  • Badan besar dan panjang
  • Raut muka garang

Perkutut betina

  • Bentuk kepala bulat dan kecil
  • Ekor lebih pendek dari jantan
  • Warna bulu kepala kusam
  • Paruh lurus
  • Badan lebih kecil
  • Raut muka sayu
  1. Mempersiapkan kandang perkutut

Tahap selanjutnya adalah membuat kandang perkutut.

Seperti pembuatan kandang ternak burung pada umumnya yaitu kandang harus dibuat senyaman mungkin bagi si burung agar tidak stres.

Untuk idealnya kandang perkutut dibuat menggunakan kawat ram.

Kandang ini memiliki ukuran bervariasi. Mulai dari tinggi 45-180 cm dan lebarnya 60cm, sedangkan panjang kandang 100-180 cm.

Untuk lantainya bisa gunakan tanah biasa atau pasir dan atapnya pakai genting atau asbes agar suhunya lebih stabil.

  1. Proses penjodohan perkutut

Masukkan calon indukan perkutut dalam kandang penangkaran.

Sebelum dimasukkan ke kandang, berilah kedua calon indukan perkutut makanan kacang hijau rebus dan minyak ikan. Tubuh burung juga sedikit dibasahi.

baca juga : ternak murai batu

Jika kedua perkutut saling serang dan agresif, maka sebaiknya dipisah dengan menangkap pejantannya.

Tapi, jika terlihat akur dan mesra, maka tinggal kita tunggu keduanya berjodoh, kawin, dan bertelur.

Waktu yang tepat adalah saat sore hari menjelang burung perkutut tidur.

  1. Pemeliharaan piyik perkutut

Sesudah indukan bertelur, maka akan dierami dan menetas.

Piyik-piyik yang sudah menetas dibiarkan saja bersama induknya sekitar 7-9 hari lamanya.

Anakan perkutut dibiarkan diasuh dan juga dibesarkan induknya sendiri hingga waktunya disapih.

Waktu sapih adalah saat piyik berusia kurang lebih 1,5 bulan. Atau jika induknya mulai bertelur lagi.

  1. Perawatan anakan perkutut

Saat usiah piyik masuk 2,5 bulan, maka bulunya akan mulai rontok dan berganti bulu dewasa.

Kemudian pindahkan anakan perkutut ke dalam kandang umbaran yang luas.

Bisa dengan ukuran 100x200x300 cm.

Sebelum dipindahkan, sebaiknya diberi obat cacing, minyak ikan dan multi vitamin burung apabila diperlukan

Tempatkan piyik atau anakan perkutut dalam kandang umbaran sekitar 2 sampai 3 minggu.

Setelah usianya masuk 3 sampai 3,5 bulan, maka masa pergantian bulu sudah selesai.

Saat itu anggungannya sudah mulai pecah dan dapat dipindah ke kandang harian dan dilatih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *